Pengurus

Dewan Penasihat: Dr. Prijo Sidipratomo (Ketua), Dr. Fachmi Idris, Prof. Farid Anfasa Moeloek, Prof. A. Djojosugito, Dr. Merdias Almatsir, Dr. Kartono Muhamad, Dr. Abdullah Cholil

Badan Pengawas: Prof. I. O. Marsis (Ketua), Dr. Nurhidayat Pua Upa (Sekretaris), Dr. Dyah Waluyo (Anggota), Dr. Adib Khumaidi (Anggota)

Pengurus: Dr. Kadarsyah (Ketua), Dr. Muchtaruddin Mansyur (Wakil Ketua), Dr. Daeng M. Faqih (Sekretaris), Dr. Andi Alfian Zainuddin (Wakil Sekretaris), Dr. Nusye E. Zamsiar (Bendahara).


Primkop-IDI adalah Badan Khusus Ikatan Dokter Indonesia(IDI) tercantum dalam ART IDI Bab II Pasal 50. Didirikan pada tanggal 11 Mei 2001 dengan SK Meneg Koperasi dan UKM No. 98/BH/MENEG/V/2001 adalah badan hukum yang menjalankan usahanya berdasarkan prinsip universal koperasi bagi seluruh Anggota Ikatan Dokter Indonesia yang berjumlah 110.000 dokter.

Minggu, 20 April 2014

Apa yang diharapkan anggota dari organisasinya?

Seseorang baik karena terpaksa (kewajiban) maupun sukarela menjadi anggota organisasi tentu mengharapkan suatu keuntungan bagi dirinya sendiri. Kalau organisasi itu tidak dapat memenuhi harapan anggotanya maka anggota tersebut dapat keluar atau apatis atau berontak kalau dipaksa masuk.

Sebagai contoh organisasi IDI setidaknya ada kebutuhan dasar yang dituntut Anggota untuk dapat dipenuhi, antara lain:
  1. Kemudahan menjalankan profesi dengan kemudahan mendapatkan rekomendasi dan ijin praktik (REKOMENDASI)
  2. Adanya perlindungan dalam menjalankan pekerjaan misalnya kontrak kerja yang adil dan imbal jasa minimal serta jam kerja yang layak serta hak & kewajiban lainnya (KONTRAK KERJA & IMBAL JASA).
  3. Pembinaan dan pelatihan meningkatkan dan mempertahankan keterampilan yang murah, sebaiknya malah gratis (PELATIHAN GRATIS)
  4. Kemudahan dan fasilitas gratis untuk resertifikasi (RESERTIFIKASI)
  5. Memperoleh jurnal ilmiah dan komunikasi internal organisasi (DIBAGI JURNAL ILMIAH)
  6. Perlindungan hukum bila ada sangkaan malpraktik dan risiko lainnya (PERLINDUNGAN HUKUM & ASURANSI)
Untuk mendapat keuntungan tersebut maka anggota akan dibebani suatu kewajiban yang sepadan, dalam organisasi bentuk sederhanannya adalah IURAN. Ini dibutuhkan untuk melaksanakan semua harapan tersebut dan membayar orang yang melaksanakannya.

Setiap ada hak tentu menuntut kewajiban, "there is no free lunch". Hanya saja organisasi dapat membantu anggota dengan lebih efisien karena adanya hukum bilangan besar. Makin besar anggota akan makin mudah terkumpul dana sehingga lebih leluasa dan lebih punya daya tawar dalam memperoleh jasa & produk yang berkualitas dan berbiaya lebih murah.

Dalam menjalankan profesi selain yang bersifat altruisme (kebaikan untuk orang lain) juga ada hak atas imbal jasa yang layak. Bila organisasi gagal memenuhi harapan kesejahteraan,  dapat terjadi penyimpangan berupa: berkerja di luar batas waktu (overwork, overload), korupsi (finansial, waktu), "moral hazards".

Juga tidak akan dapat diharapkan kerja maksimal dari pengurus organisasi kalau tidak mendapat imbal jasa dan tidak purna waktu, hanya bekerja di sela-sela waktu karena bagaimana pun pengurus adalah manusia biasa yang punya keluarga dan kebutuhan.

Renungan "telur dan ayam" ini bila tidak ada pemecahannya akan mengganggu cita-cita bangsa menjadikan Indonesia Sehat, yang waktunya mundur-mundur terus. Diperlukan keterbukaan, keikhlasan dan kerjasama anggota dan organisasinya.

Dalam keterbatasan kewenangannya Primkop-IDI bermanuver dalam usaha bersama terus bekerja mewujudkan harapan di atas sekalipun dengan kekuatan sangat terbatas. Mencoba lebih baik daripada berdiam diri (lihat anatomi usaha Primkop-IDI). Peningkatan kesejehateraan anggota Primkop-IDI nyata dalam bentuk surplus hasil usaha (SHU), sekali pun saat ini masih kecil. Pohon besar berasal dari kecambah yang lemah, yang disiram dan dipupuk terus menerus.



Anatomi Unit Usaha Primkop-IDI


Sabtu, 19 April 2014

Instrumen Investasi


Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya

Pepatah di atas tetap berlaku apalagi di zaman serba ketidakpastian ini. Hanya saja di abad ini untuk menjalankannya perlu cara yang mudah dan praktis.
Primkop-IDI sudah dan akan terus menawarkan kemudahan itu, berhemat, menabung dan berinvestasi bagi Anggota dengan mengurangi risiko kesulitan keuangan di kemudian hari dan mengurangi pengeluaran. Program investasi itu diantaranya;
  • Sertifikat Modal Koperasi (Sudah berjalan)
  • Asuransi dengan tabungan (Tabungan Investasi Proteksi, Sedang dalam proses)
  • Quasi endowment fund berupa Reksa Dana (Sedang dalam proses)
Selain itu kita harus efisien dan produktif dalam pengeluaran, diantaranya melalui program:
  • Pelatihan skill berbiaya murah (Sudah berjalan)
  • Penambahan kompetensi gratis Hello Doctor (Sudah berjalan)
  • Diskon pembelian melalui cicilan, kartu anggota, online store (Sebagian sudah berjalan)
Itulah gunanya usaha bersama, berkoperasi dan berorganisasi. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Jangan skeptis dengan sapu lidi yang mudah dipatahkan, kalau menjadi sapu lidi akan sangat kuat dan mustahil bercerai-berai. Inilah wujud paling nyata dari Pasal 33 Ayat 4 UUD 1945: Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan...


Jumat, 18 April 2014

Salam Koperasi No. 15 April 2014


Rabu, 16 April 2014

Contoh SMK Seri A


Selasa, 15 April 2014

Continuum of Care (Dari buaian hingga liang lahat)